- 25 Sep, 2021 16:19
Mataram, Badan Penghubung.
Lima negara memesan 1.450 ton biji kopi (green bean) asal NTB, dalam pameran kopi Internasional (Coffex) di Instanbul sejak 15-18 September 2021. Pameran kopi terbesar di dunia, kali ini diikuti 20 negara, sebagian besar negara-negara Eropa.
Indonesia mengirimkan tiga perwakilan yakni Kopi Jawa, Kopi Sumatera, dan Kopi NTB. Dari NTB Rombongan terdiri dari Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Denny Evita Darmiyana, beserta kepala seksinya, Rahmat Wira Putra. Lainnya adalah petani kopi, sekaligus eksportir kopi UD. Berkah Alam, Lalu Thoriq. Dan petani kopi perempuan, Wiwin Suryani asal Sumbawa dari UD. Kopi Punik Sumbawa.
Dikabarkan Pavilion Indonesia paling ramai pengunjung. Disamping mengikutsertakan petani kopi juga membawa sample biji kopinya di samping berbentuk kemasan. Peserta NTB langsung meroasting kopi-kopi yang dibawanya, kemudian disajikan kepada tamu, itulah yang membuat pengunjung cukup antusias mencoba.
Pada hari pertama suah ada permintaan buyer dari Mesir yang meminta 30 countener atau setara dengan 600 ton. Selanjutnya di hari berikut berturut-turut permintaan datang dari Arab Saudi dan Aljazair sebanyak 10 dan 20 kontainer (30 kontainer = 600 ton), dari Libiya dan Turki meminta 12 kontainer atau (250 ton).
Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti dalam keterangannya mengatakan pesanan-pesanan tersebut disanggupi. Hitungannya setelah berkordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi NTB, produksi kopi Arabica dan robusta dalam setahun hampir mencapai 6.000 ton. Bahkan beberapa buyer ingin berkunjung langsung ke NTB untuk melihat dari dekat perkebunan kopi.
Kementerian pertanian pun memberikan atensi atas permintaan buyer agar segera memastikan apakah sanggup, dan jika tidak harus segera memberikan jawaban agar citra Indonesia tidak tercoreng di buyer internasional. Berdasarkan kalkulasi hal tersebut dapat dipenuhi mengingat produksi kopi asal NTB melampaui jumlah permintaan tersebut.
Kepada media Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muh. Riadi, juga menyatakan sanggup memenuhi permintaan tersebut. Berdasarkan data produksi kopi yang ditunjukkannya. Tahun 2020 lalu, produksi kopi Robusta di NTB naik menjadi 5,126.17 ton. Sementara kopi robusta produksinya sebesar 730,80 ton. Atau total produksi arabika dan robusta mencapai 5.856,97 ton. “Insya Allah bisa,” kata Riadi .(Foto: Suarantb)