- 22 Agt, 2021 17:57
Sehari setelah deklarasi 100 persen selesai pengaspalan sirkuit Mandalika, dikabarkan ada puluhan lagi Kepala Keluarga (KK) masih terkurung di dalam kawasan. Mereka bertahan karena mengaku tanahnya belum dibayar. Mereka protes kesulitan keluar masuk lalu merusak salah satu bagian pagar sirkuit.
Mendengar hal tersebut Guberur Zulkieflimansyah Jumat (21/8) berencana berkununjung. Tetapi beberapa pihak melarang karena berbabagai petimbangan. Namun Sabtu pagi (22/8) secara mengejutkan Guberur Zul berama Isteri Ibu Hj. Niken Saptarini menyusup masuk ke kawasan naik motor berboncengan di luar penanganan protokoler.
Gubernur mengatakan senang bertemu langsung masyarakat. “Jadi seperti hobby yang menghadirkan keasyikan tersendiri. Kedua, agar mengerti dan meresapi langsung yang ada di lapangan. Bukan hanya berdasarkan dari laporan2 yang belum tentu merefleksikan kenyataan yang sebenarnya terjadi”.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di mana di dalamnya juga terdapat sirkuit Internasional yang akan digunakan untuk ajang event bergengsi MotoGP 2022 dan Superbike November 2021, merupakan tanggung jawab PT ITDC selaku pengelola kawasan.
Dari “penyusupan” mendadak itu Gubernur mengatakan dari ngobrol-ngobrol sambil ngopi dengan warga ternyata mereka memang perlu mendapat perhatian walaupun tak seheboh yang diberitakan.
Masyarakat yang berada di tengah sirkuit katanya, setelah sirkuit di aspal 100 persen jadi kesulitan keluar masuk karena akses yang terbatas. Deadline yang mepet serta load pekerjaan yang banyak menyebabkan kerja jadi harus extra ketat.
“Apalagi yang bertanggungjawab akan project ini banyak. Ada Wika, PP, ITDC, MGPA dll. ITDC harus memperbaiki pola komunikasi dengan kontraktor-kontraktor di lapangan agar hal2 seperti kemarin tak terjadi lagi akibat miss komunikasi.” Ujarnya.
Ada 2 akses keluar masuk bagi warga yg berada di tengah sirkuit yaitu Tunnel atau terowongan 1 dan Tunnel 2. Kedua akses ini kemarin menjadi masalah karena terowongannya susah di lewati karena di penuhi air karena rembesan.
Gubernur berharap pihak ITDC atau kontraktor yang bertanggungjawab harus segera mengatasi masalah terowongan yang dipenuhi air ini. “ Alhamdulillah ketika kami di lapangan nampaknya sudah ada upaya memasang pompa di bagian utara dan selatan untuk mengeringkan terowongan yang di penuhi air. Kalau ini teratasi insya Allah akses keluar masuk tak lagi jadi masalah. Kalau terowongan tak bisa di keringkan maka harus di buat akses yg lain.”
“Warga yang masih berada di dalam sirkuit memang lokasinya indah banget jadi kalau ITDC memang mau menjadikannya sebagai pemukiman memang sangat masuk akal. Pemandangan laut yang indah serta menghadap sirkuit MotoGP memang menghasilkan sensasi dan pesona tersendiri.” Tambahnya
Begitu pula hasil ngobrol2, masyarakat kalau sudah dibayar tanahnya mereka mengaku ingin segera pindah. Gubernur meminta kalau ITDC maunya bertahap karena keterbatasan dana akibat Covid maka solusi jangka pendek harus segera dicari.
Masih menurut Gubernur bahwa kalau ITDC ingin tetap mempertahankan masyarakat yang ada di dalam sirkuit, maka mereka harus segera ditata dan diberdayakan segera sehingga indah dan enak dilihat dan menjadi bagian yang berpartisipasi aktif dalam events di Mandalika. “Bukan terasing di atas tanahnya sendiri.” Katanya
Gubernur yakin masalah segera dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik, serta musawarah secara kekeluargaan.