Penghubung NTB

  • 31 Mei, 2021 16:37

Badan Penguhung Provinsi NTB

Dalam rangka mewujudkan salah satu program unggulan zero waste, Pemerintah Provinsi  Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya mencari solusi masalah sampah. Kini hadir mesin penghasil bahan bakar yang ramah lingkungan dengan sistem pirolisis di STIP Banyumulek, di mana bahannya dari sampah. 

Mesin pengolah sampah ini  diresmikan oleh Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah, Sabtu (29/5/2021) di Gedung Science dan Technology Industrial Park Lombok NTB. Mesin berbobot 2 ton itu, mampu mengolah sampah plastik sebanyak 1 ton, menjadi 400 - 600 liter solar sehari. 

Saat ini mesin beroperasi selama 8 jam masih  memanfaatkan tenaga PLN. Akan tetapi dalam waktu dekat PT Geo Trash Management sebagai investor akan menghadirkan mesin berkapasitas 2 Ton di Kebun Kongo yang memanfaatkan tenaga listrik dari gas metan di TPA sebagai bahan bakarnya berkapasitas 12.000 liter solar dalam sehari. 

"Hasil dari pengolahan sampah plastik akan menghasilkan Geo Disel atau solar yang setara Dexlie dengan standar Euro3," Mr Andrew Sinclair Direktur dan Project Manager PT Geo Trash Management.

Kehadiran mesin pengolah sampah yang ramah dengan lingkungan ini, membutuhkan bahan baku dasar dari semua plastik. Seperti kantong kresek, plastik bungkusan permen dan jajan, steoroform, sandal bekas, ban bekas dan jenis karet.  Sementara jenis plastik PET (polyethylene terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak dimasukan dalam mesin. Seperti botol air mineral, pipa atau selang.

Dalam Proses Pirolisis ini akan menghasilkan cairan dan gas. Cairan ini akan diproses lagi untuk memisahkan air dan minyak berupa solar. Sisanya dari proses plastik dapat digunakan untuk bahan baku aspal dan ban. Sedangkan sisa gas ditangki filtrasi disaring dengan kramik. Sehingga udara yang keluar dari proses ini bersih tanpa polusi.

Ketersediaan bahan baku ini sudah bekerja sama dengan bank sampah di NTB. Termasuk sumber daya seperti perumahan-perumahan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sudah dikoordinasikan.

Wagub Ummi Rohmi sapaan Wagub, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mesin pengolahan sampah plastik ini. "Kami sangat senang dengan adanya mesin ini,"kata Wagub.

Masyarakat dapat mengolah sampah, untuk dipilah karena memiliki nilai ekonomis. "Ayo masyarakat NTB jangan melihat sampah sebagai masalah, tapi kelola dengan memilah dan memilih sampah plastik," tegasnya.

Wagub berharap, di setiap kabupaten/kota juga akan dibangun mesin serupa sebagai solusi mengatasi persoalan lingkungan terutama sampah. Sinergi dan kerjasama semua steakholder sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sampah di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda, Kepala Dinas LKH, Kadis Perindustrian, Kepala STIP, Dinas LKH Kabupaten Lobar dan Kalimantan Barat. (BS/BP)

 

#GubernurIndustrialisasiKerakyatan

#NTBEtalaseNasional

#DariNTBuntukIndonesia

#IndonesiaGemilang

#humaskkp

#nelayangemilang

#healthinside 

#freshoutside 

#innerpeace 

#ntblawancorona 

#ntblawancovid19 

#ntbgemilang

#ntbsehatdancerdas

#ntbtangguhdanmantap

#ntbbersihdanmelayani

#ntbamandanberkah

#ntbsejahteramandiri

#ntbasridanlestari

#ntbhijau

#ntbzerowaste

#industrialisasintb 

 


Poll Layanan Informasi

Kunjungan Website
  • Hari : 8
  • Minggu : 103
  • Bulan : 580
  • Tahun : 3150
  • Total : 26742
Lokasi