- 19 Mar, 2025 09:27
Mataram, Badan Penghubung. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan Nilai ekspor pada Bulan Februari 2025 sebesar US$ 7,28 Juta, naik 87,17 % dibandingkan Bulan Januari 2025. Namun menurun 96,84 % dibandingkan Februari 2024.
Kelompok komoditas ekspor terbesar Februari 2025 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 2.808.930 (38,59 persen), Perhiasan / Permata sebesar US$ 1.837.239 (25,24 persen), Daging dan Ikan Olahan US$ 1.520.619 (20,89 persen), Buah-buahan US$ 662.655 (9,10 persen), Garam, Belerang, Kapur US$ 244.759 (3,36 persen), Biji-bijian berminyak US$ 176.760 (2,43 persen).
Demikian Kepala BPS Provinsi NTB Drs Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB, Senin 17 Maret 2025.
"Nilai ekspor NTB pada Februari 2025 mengalami kenaikan dibanding Januari tahun yang sama," ungkapnya.
Dijelaskannya bahwa Nilai ekspor Bulan Februari 2024 yang terbesar ditujukan ke Amerika Serikat sebesar 53,31 persen, berikutnya Hongkong sebesar 18,72 persen, kemudian Vietnam yaitu sebesar 9,96 persen.
"Ekspor - impor NTB tahun 2025 tetap stabil meskipun tanpa bahan tambang. Karena bahan galian tambang sudah mulai diolah di Smelter PT Amman Mineral," jelasnya.
Sementara Nilai impor pada Bulan Februari 2025 sebesar US$ 13,82 Juta. Ini berarti impor mengalami penurunan sebesar 63,73 persen dibandingkan dengan impor Bulan Januari 2025 sebesar US$ 38,12 Juta. Impor Bulan Februari berasal dari Jepang (46,71 persen), Australia (33,01 persen), Amerika Serikat (8,00 persen), Tiongkok (4,89 persen), India (3,98 persen) dan Lainnya (3,40 persen).
Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada Bulan Februari 2025 adalah Mesin-mesin / Pesawat Mekanik (45,37 persen), Karet dan Barang dari Karet (45,12 persen), Produk Keramik (2,35 persen), Berbagai Produk Kimia (2,02 persen), Mesin / Peralatan Listik (1,35 persen), serta Benda-benda dari Besi dan Baja (1,13 persen). (Manikpkominfo)