Penghubung NTB

  • 12 Mar, 2025 09:00

Mataram Badan Penghubung. Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen menyerap 180.600 gabah petani bulan April ini untuk mengoptimalkan stok beras Nasional. Demikian Sekda Drs HL Gita Ariadi, MSi mewakili Gubernur dalam acara Optimalisasi Pengadaan Gabah Beras Dalam Negeri (DN) Bersama Mitra Pengadaan Pangan (MPP) di gudang Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Barat, Rabu (11/3). 

"Pertemuan dengan mitra dan pemangku kebijakan ini menjadi momentum awal terciptanya swasembada beras agar negara tidak lagi mengimpor beras tapi mengandalkan potensi dalam negeri", ucap Mig Gita demikian akrab disapa. 

Seperti diketahui pemerintah pusat menyediakan anggaran sebesar sebanyak Rp 16,6 triliun untuk membeli gabah petani di seluruh Indonesia. Harapannya, dengan harga beli yang tinggi petani dapat sejahtera dan meningkatkan produksi. Pemprov NTB mengawal kegiatan ini. 

Sri Muniati, Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB mengatakan realisasi belanja sampai Maret ini sebanyak 9.272 ton setara beras atau 5,13 persen dari target. 

"Tantangannya ada libur panjang sehingga transaksi pembelian beras gabah lancar dan aman", ungkapnya. Ia juga berharap mitra kerja Dandim TNI dan Ditreskrimum Satgas Pangan Polda NTB terus bekerjasama dalam kegiatan ini. 

Sementara itu, Mokhamad Suyamto, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog mengatakan  memiliki stok beras melimpah saat ini, jumlahnya terdiri atas 124.361 ton stok komersial dan 1.784.753 ton atau 1,78 juta ton stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan bakal terus bertambah mengingat ada kegiatan menyerap beras petani sebanyak 3 juta ton ini dengan harga Rp 6.500 per Kg apa pun kualitasnya.

“Dengan intervensi pemerintah diharapkan nanti tidak saja swasembada beras tapi juga mendukung ketahanan pangan nasional", urainya.(jm)


Poll Layanan Informasi

Kunjungan Website
  • Hari : 14
  • Minggu : 119
  • Bulan : 663
  • Tahun : 1570
  • Total : 25152
Lokasi