- 26 Jun, 2023 11:47
Sumbawa Besar Badan Penghubung.
Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dis KLH) merekrut 250 orang relawan sampah,1000 karung sampah 11 unit armada guna mengatasi masalah sampah selama ajang Motocross dunia (MXGP) samota 22 s/d 25 Juni 2023.
Sampah dari puluhan ribuan ribu pengunjung mendapatkan penanganan serius dari DisKLH Provinsi NTB. Diperkirakan rata-rata 8 ton perhari selama acara memerlukan penanganan yang serius.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungqn Hidup (LHK) NTB Firmansyah mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan dinas Lingkungan Hidup Sumbawa serta melibatkan Duta Lingkungan Hidup, anggota pramuka dari SMA/SMK di sekitar Sumbawa untuk menjadi relawan pada gelaran MXGP Samota.
“Sampai saat ini, kami memastikan bahwa relawan yang akan mengrus sampah di MXGP Samota sudah siap. Dan ada sekitar 250 orang relawan serta 1000 unit karung sampah sudah kita distribusikan,” tandas Firmansyah.
Sementara itu, Kepala UPT pengelola Sampah Sirkuit Samota MXGP Zulhaidar menyebutkan, bahwa pihaknya sudah mengantisipasi masalah persampahan selama gelaran event MXGP Samota kali ini. Disebutkannya bahwa ia telah menyediakan armada persampahan sebanyak 11 unit.
"Sudah kita siapkan tiga unit truck, lima unit mobil pick up dan tiga unit kendaraan roda tiga," kata zulhaidar, Minggu (25/6/2023).
Lebih lanjut ia menerangkan, dalam penanganan sampah yang volumenya rata-rata 8 ton per hari ini, ia bersama tim melakukan pemilihan sampah organik/anorganik langsung di posko, dengan tujuan agar sampah yang dihasilkan mudah untuk dikelola lebih lanjut.
"Tidak semua sampah kami manfaatkan. Terutama sampah plastik kami kumpulkan kemudia kami jual ke pengepul," jelas Zulhaidar. (AmaqGiska/her/@diskominfotikntb)