Penghubung NTB

  • 16 Sep, 2023 09:29

Pasangan Dr. Zulkieflimansyah & Dr. Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi) 19 September mengakhiri periode pertama pengabdiannya selaku Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 – 2023. Lebih dari separuh waktu adalah tahun yang sulit gempa dan covid.   

Saat pertama kali dilantik Zul-Rohmi dihadapkan kepada kondisi: Stunting 37,2%, kemiskinan 14,75 %, rendahnya SDM/IPM 67,30. Ironis daerah dengan sumber daya alam melimpah. Ketimpangan pembangunan dan populasi antara P Lombok dan Sumbawa juga sangat lebar. Butuh cara tidak biasa untuk mengejar ketertinggalan. 

Zul, yang juga Doktor Ekonomi Industri, di Department of Economics, University of Strathclyde, Glasgow, UK tentu punya alasan kuat mengapa saat pertama kali kata industrialisasi diperkenalkan sebagai bagian dari visinya banyak yang pesimis. 

Industri yang dimaksud mendekatkan unit2 produksi ciptaan IKM pada  sumber2 daya alam yang terebar di berbagai lokasi.  Puluhan SMK diubah menjadi unit2 bisnis dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat Covid 19 lalu, uang tunai bantuan pusat dibagi dalam bentuk barang produksi lokal. Komplek Ingkubasi bisnis Banyumulek disiap serius.

Perda Rencana Pengembangan Industrialisasi Pemda NTB (RPIP) berdurasi 25 tahun disiapkan bersama legislatif.  Ini adalah pondasi arah pengembangan industrialisasi ke depan. Menciptakan nilai tambah pada setiap rantai produksi dan distribusi selanjutnya ngefek secara luas pada lapangan pekerjaan serta uang semakin banyak dan lama beredar di wilayah tersebut. Disertai edaran bela dan beli produk lokal.

Di balik semua itu, merubah maidset masyarakat konsumtif menjadi masyarakat produktif adalah bagian terberat. Industrialisasi butuh waktu puluhan tahun hanya untuk meletakkan pondasinya yang kuat. Tidak ada satu pun masyarakat mandiri tanpa menjadi masyarakat produktif. Hanya itu satunya jalan mencapai kemajuan. Kata Gub Zul dalam berbagai kesempatan. 

Di bidang Pembangunan Daya Manusia (SDM) Zul-Rohmi memberi beasiswa bagi putra putri berprestasi. Sekitar 3.500 lebih putra/putri NTB berkesempatan melanjutkan pendidikan baik jenjang S1, S2, hingga S3 di sejumlah universitas ternama baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Semua capaian itu tertuang secara informative di web dinas secara lebih detail. Misalnya pertumbuhan UKM/IKM. Produk2 dan makanan apa saja yang dijual semuanya lengkap di unit penjualan online dan offline NTB Mall. Kuliner2 legendaris daerah yang tadinya hanya bisa dimakan ditempat kini dapat dijual belikan secara luas, adalah bagaian2 kecil dari proses industrialisasi.

Sejumlah International event, “terpaksa” dilakukan katanya. Maksudnya bertujuan menciptakan multiflier effect pada pembangunan infrastruktur daerah kelas dunia.  Tidak semata mendatangkan orang dan mempekenalkan daerah ke penjuru dunia.

Infrastruktur pelabuhan laut udara bertaraf internasional. Rumahsakit hotel-hotel berbintang, jalan2 yang lebar asri tanpa susah payah daerah mengeluarkan uang.  Di samping image bagi pengembangan pariwisata daerah. Banyak publikasi yang menghitung efek ekonomis bagi ekonomi. Sesuatu yang tak terbantahkan. 

Mengikis gap psikologis antara P Sumbawa dan Lombok dilakukan dengan cara kepala2 OPD yang selama ini didmoninasi Pulau Lombok kini semakin banyak kepala dinas asal P Sumbawa yang berbaur dan berkiprah di tingkat provinsi. Sesuatu yang sebelumnya sangat jarang kita temui. 

Sebanyak 65 program unggulan Zul Rohmi  tidak cukup dibahas dalam sebuah tulisan pendek. Informasi lebih detail dapat mengunjungi website dinas masing2. Di antaranya Posyandu Keluarga, Desa Wisata, dan Zero Waste, peningkatan ekonomi, pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan dll.

Selama 5 tahun itu pula dengan ujian bencana gempa dan covis 19 setidaknya provinsi ini mampu tumbuh 7,04 % di antas ekonomi nasional. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB 2018 sebesar 124.Triliun. Tahun 2022 menjadi Rp 157 Triliun. 

Indek Pembangunan Manusia NTB tahun 2018 pada level 67,30, dan Desember 2022 mencapai 69,46. Penduduk miskin dari 14,75 % pada 2018 hingga Desember 2022 turun menjadi 13,68 %. Perlu diingat naik dan turunnya penduduk miskin 1 % saja sama dengan terangkatnya 500 ribu jiwa. Capaian yang tidak mudah di tahun2 yang sulit. (Mada Gandhi).


Poll Layanan Informasi

Kunjungan Website
  • Hari : 2
  • Minggu : 123
  • Bulan : 2
  • Tahun : 1574
  • Total : 25156
Lokasi