- 06 Nov, 2023 23:15
Jakarta, Badan Penghubung. Penjabat Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menjadi nara sumber Acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah melalui Refuse Derived Fuel (RDF) dan Bahan Bakar Jemputan Padat (BBJP) di Auditorium Randy Yusuf Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin 06/11), Acara ini diselenggarakan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Selaku Koordinator Pelaksana Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Pahala Nainggolan, rakor menghadirkan narasumber secara luring, yakni Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang diwakili asisten deputi, Direktur Utama PT Semen Indonesia diwakili direktur pemasaran ibu Rini Wulandari, Direktur Utama PT PLN Tbk, dan Tenaga Ahli Menteri ESDM.
Dalam paparannya Penjabat Miq Gite demikian akrab disapa menyampaikan harapan dari forum ini muncul solusi-solusi progresif afirmasi terbaik dari pusat untuk daerah, terkait pengelolaan sampah menjadi energi dan pendapatan daerah dapat terlaksana dengan baik.
Lebih lanjut Miq Gite mengungkapkan bahwa NTB sejak 2018 optimis bersama para investor untuk menggarap pengelolaan sampah investasi renewable energy namun mengalami ketidak berlanjutan dari para investor. Sedangkan di daerah terus berlanjut menyiapkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan nasional.
Keseriusan NTB dalam menangani sampah dengan program asri lestari sebagai komitmen NTB Zero Waste. Dukungan regulasi, infrastruktur, kerjasama dengan berbagai pihak terus dibangun, guna terwujudnya industrialisasi pengelolaan sampah.
Miq Gite berharap terciptanya iklim yang baik, mudah-mudahan ada solusi yang tepat sasaran, dengan konsolidasi daerah kabupaten kota didukung potensi yang ada untuk proses sebaik-baiknya sesuai kebijakan nasional. (*)